Penyuluh KUA Bersama Mahasiswa UMP dan LPK Tensin Gelar Penyuluhan BTQ di Rumah Pelayanan Sosial Sudagaran
Oleh HUMAS
Banyumas – Upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an terus digencarkan melalui kolaborasi kreatif antara unsur pemerintah, akademisi, dan lembaga pelatihan kerja. Penyuluh Agama Islam dari KUA Banyumas menggandeng mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) serta LPK Tensin untuk melaksanakan penyuluhan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) bagi warga binaan di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Sudagaran, Banyumas. Selasa (03/03)
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan spiritual sekaligus meningkatkan literasi keagamaan bagi para lansia dan warga binaan lainnya. Kehadiran mahasiswa UMP dalam program ini merupakan bagian dari implementasi pengabdian masyarakat untuk memberikan dampak nyata di lingkungan sosial.
Penyuluh Agama Islam KUA Banyumas, Suratmo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat rentan yang membutuhkan pendampingan khusus.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar Al-Qur'an, sekaligus memberikan penguatan mental agar mereka lebih tenang dan bahagia dalam menjalani hari-hari di rumah pelayanan," ujarnya.
Sementara itu, pihak LPK Tensin turut memberikan dukungan dalam aspek teknis dan motivasi bagi para lansia. Keterlibatan mahasiswa UMP juga menambah energi positif melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi para lansia.
Program ini diharapkan dapat menjadi model kerja sama berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup spiritual masyarakat di Kabupaten Banyumas, sejalan dengan fungsi informatif dan edukatif yang diemban oleh penyuluh agama. (Diah)
