Penyuluh KUA Jatilawang Ingatkan Bahaya Umbar Aurat di Era Digital
Jatilawang — Majelis Taklim Nurul Hikmah tampak khidmat dan antusias mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam. Berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB, acara ini dihadiri oleh puluhan jemaah ibu-ibu dari berbagai kalangan usia, baik tua maupun muda. Rabu (07/10)
Bertindak sebagai pemateri utama, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang, Ahmad Muttaqin, membawakan tema yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, yakni “Akibat Mengumbar Aurat bagi Wanita”.
Dalam pemaparannya, Ahmad Muttaqin, menegaskan bahwa Islam menetapkan batasan aurat bukan untuk membatasi ruang gerak wanita, melainkan sebagai bentuk perlindungan dan kemuliaan diri. Bahaya mengumbar aurat di dunia dan akhirat dijabarkan secara mendalam agar menjadi renungan bagi para jemaah.
Di awal materinya, Ahmad Muttaqin, memaparkan berbagai dampak negatif yang langsung dirasakan di dunia apabila seorang wanita mengabaikan aturan menutup aurat, di antaranya:
-
Hilangnya rasa malu: Rasa malu (al-haya') yang merupakan mahkota dan benteng keimanan seorang mukmin perlahan memudar.
-
Menjadi sumber fitnah dan godaan: Penampilan yang tidak sesuai tuntunan syariat sering kali memicu pandangan yang tidak baik dari lawan jenis.
-
Rentan terkena kejahatan: Terbukanya aurat kerap menjadi pemicu tindakan kriminal atau pelecehan di ruang publik maupun dunia maya.
-
Dosa mengalir kepada orang tua atau suami: Tanggung jawab moral seorang ayah atau suami dipertaruhkan jika keluarganya membiarkan aurat terbuka di luar rumah.
-
Menjadi dosa jariyah: Mengunggah foto atau tampil mengumbar aurat di media sosial dapat mendatangkan dosa berkelanjutan setiap kali orang lain melihatnya.
Tidak hanya di dunia, bahaya mengumbar aurat juga membawa konsekuensi berat di akhirat kelak. Ahmad Muttaqin,mengingatkan jemaah akan beberapa ancaman tegas berdasarkan dalil agama:
-
Ancaman tidak mencium bau surga: Menggambarkan betapa jauhnya posisi orang yang lalai dari rahmat Allah SWT.
-
Siksaan di neraka: Mendapat balasan pedih atas kelalaian dalam menjaga kehormatan diri semasa hidup di dunia.
-
Memberatkan timbangan keburukan: Amalan buruk dari aurat yang diumbar akan memperberat timbangan dosa di Hari Kiamat.
Menariknya, materi ini dikemas dengan menghubungkan langsung kondisi keagamaan masa kini. Di era digital dan media sosial saat ini, batas aurat seolah semakin kabur demi sebuah eksistensi atau konten semata.
Ahmad Muttaqin, menyoroti fenomena maraknya tren busana atau unggahan di media sosial yang mengekspos bentuk tubuh demi mendapatkan popularitas (likes dan views). Tantangan bagi ibu-ibu muda dan orang tua di zaman modern ini jauh lebih berat, karena gawai (smartphone) berada di genggaman setiap anak dan remaja tanpa pengawasan yang memadai.
Melalui penyuluhan ini, Ahmad Muttaqin, mengajak para ibu—baik sebagai individu, ibu rumah tangga, maupun pendidik di dalam keluarga—untuk lebih bijak menggunakan teknologi dan senantiasa menjadi teladan dalam menjaga kesucian diri serta keluarga dari pengaruh tren global yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan doa bersama, dengan harapan Majelis Taklim Nurul Hikmah terus istiqomah dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
