HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Gelar Bimluh Aqidah di MT Fatimatuzzahra Wlahar, Angkat Tema Takziyatun Nafs

K
KUA Wangon
16 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 19:52
SHARE

Wangon — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) bidang aqidah di Majelis Taklim (MT) Fatimatuzzahra, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon. Kegiatan ini mengangkat tema Takziyatun Nafs, yaitu upaya menyucikan jiwa dari sifat-sifat tercela serta menumbuhkan hati yang bersih agar semakin dekat kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari. Jumat (16/10)

Dalam penyampaian materi, jamaah diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan hati dari sifat sombong, iri, dengki, riya, dan berbagai perilaku yang dapat merusak amal kebaikan. Takziyatun nafs juga mengajarkan pentingnya introspeksi diri, memperbanyak istigfar, memperbaiki niat, serta membiasakan amal saleh sebagai bagian dari perjalanan spiritual seorang muslim. Dengan hati yang bersih, diharapkan seseorang mampu membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Joharulloh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa penyucian jiwa merupakan bagian penting dalam pembinaan aqidah umat Islam. “Takziyatun nafs bukan hanya tentang memperbanyak ibadah secara lahiriah, tetapi juga bagaimana kita membersihkan hati dan memperbaiki akhlak. Kita perlu terus bermuhasabah, mengendalikan hawa nafsu, serta menjauhi sifat-sifat tercela agar keimanan semakin kuat dan perilaku kita semakin baik,” ungkapnya.

Jamaah MT Fatimatuzzahra Wlahar menyambut baik materi yang disampaikan karena memberikan pengingat untuk senantiasa memperbaiki diri. Salah seorang jamaah menyampaikan, “Materi takziyatun nafs mengingatkan kami agar tidak hanya memperhatikan ibadah yang terlihat, tetapi juga menjaga hati dan niat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat sehingga menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan berakhlak mulia.”

Melalui kegiatan Bimluh bidang aqidah ini, KUA Wangon terus berupaya meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat melalui majelis taklim sebagai sarana pembinaan umat. Kajian Takziyatun Nafs diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi motivasi untuk melakukan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati yang bersih, aqidah yang kuat, dan akhlak yang baik, jamaah diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih religius, harmonis, serta diridai Allah SWT.(srf)