Penyuluh Sampaikan Khutbah Jumat tentang Spirit Muharram di Era Digital

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam pada KUA Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan melalui Khutbah Jumat di Masjid Baitul Muttaqin Rejasari. Dalam khutbahnya, Iswanto mengangkat tema “Spirit Muharram di Era Digital” sebagai pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Jumat (19/06)

Di hadapan jamaah, Iswanto menjelaskan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang mengandung pesan hijrah, perubahan, dan pembaruan diri menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah yang diwariskan oleh Rasulullah SAW, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga transformasi sikap, perilaku, dan pola pikir dalam menghadapi tantangan zaman.

“Di era digital saat ini, setiap muslim dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana kebaikan. Semangat Muharram hendaknya menjadi motivasi untuk berhijrah dari kebiasaan yang kurang bermanfaat menuju aktivitas yang produktif, edukatif, dan bernilai ibadah,” ujar Iswanto dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan berbagai kemudahan sekaligus tantangan. Arus informasi yang begitu cepat menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika bermedia, serta menghindari penyebaran informasi yang tidak benar atau berpotensi menimbulkan perpecahan.

Menurutnya, spirit Muharram dapat diwujudkan dengan meningkatkan literasi digital, memperkuat akhlak dalam ruang digital, serta menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, silaturahmi, dan penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Jangan sampai teknologi mengendalikan kehidupan kita. Sebaliknya, kita harus mampu mengendalikan teknologi untuk mendukung ibadah, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah,” pesannya.

Melalui kegiatan khutbah sekaligus bimbingan penyuluhan tersebut, Iswanto berharap jamaah dapat mengambil hikmah dari momentum Muharram untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta membangun karakter muslim yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ajaran Islam.

Khutbah Jumat berlangsung dengan khidmat dan mendapat perhatian jamaah yang memadati Masjid Baitul Muttaqin Rejasari. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan di era digital. (is)