Semangat Penyuluh Bekali Jamaah Fatayat Muslimat Banjarsari Jelang Ramadhan

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Gemericik hujan lebat yang mengguyur wilayah Ajibarang tak menyurutkan langkah Ustadz Ahmad Shoim, Penyuluh Agama Islam dari KUA Ajibarang ini tetap teguh menjalankan tugas negara sekaligus dakwahnya menuju pelosok Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang. Rabu (11/02/26).

Meski harus menempuh perjalanan berkelok dan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, Ustadz Shoim tiba di wilayah RW 06 dengan semangat membara. Kehadirannya hari itu adalah untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Pengajian Rutin "Rebo Wage" yang diselenggarakan oleh Fatayat Muslimat NU.

Mengambil tema "Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan", Ustadz Shoim berhasil mencuri perhatian jamaah sejak menit pertama. Dengan gaya khas Banyumasan alias bahasa Ngapak yang dibumbui guyonan segar, materi yang berat pun terasa ringan namun tetap berisi.

Antusiasme jamaah terlihat jelas; tak ada satu pun yang terkantuk-kantuk atau asyik mengobrol sendiri. Semua mata tertuju pada pesan-pesan yang disampaikan, menciptakan suasana pengajian yang hidup dan interaktif.

Salah satu poin krusial yang ditekankan Ustadz Shoim dalam tausiyahnya adalah peran strategis perempuan. Beliau menegaskan bahwa ibu adalah penentu kualitas generasi masa depan.
"Baik buruknya suatu negara bisa dilihat dari bagaimana kaum ibunya. Ibu adalah madrasah pertama dalam keluarga. Jika ibunya baik dan berilmu, maka insyaAllah lahir generasi yang hebat," pesan Ustadz Shoim di hadapan para jamaah.

Acara tidak berhenti pada ceramah satu arah. Sebelum ditutup, sesi diskusi santai dibuka lebar-lebar. Menariknya, meski acara telah resmi berakhir, suasana hujan yang masih awet membuat para jamaah justru enggan beranjak. Beberapa ibu tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berkonsultasi langsung secara pribadi mengenai masalah keluarga kepada sang Ustadz. Pendekatan humanis dari penyuluh Kementerian Agama ini membuktikan bahwa peran penyuluh bukan sekadar pemberi materi, tapi juga pendengar dan solutor bagi problematika umat di akar rumput.

Kegiatan rutin Rebo Wage ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar seluruh warga Desa Banjarsari dapat memasuki bulan Ramadhan tahun ini dengan persiapan iman dan ilmu yang matang.