Solid Bergerak 2026: Satu Meja, Satu Visi, Wujudkan Madrasah Hebat dan Masjid Bermartabat
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Ruang pertemuan madrasah menjadi saksi rapat koordinasi strategis yang mempertemukan Ketua Komite beserta anggota, Panitia Masjid Kamulyan, Wakil Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, dan Bendahara. Hadir langsung Kepala Madrasah, H. Sudir, Ketua Panitia Masjid Kamulyan Sutarno (Sekretaris Desa Silado), serta Ketua Komite Kyai Ahmad Badrodin. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi forum penyatuan visi demi memastikan setiap langkah madrasah berjalan terukur, transparan, dan berdampak nyata. Sabtu (21/02)
Pembahasan diawali dengan persiapan kegiatan akhir tahun pelajaran. Kepala Madrasah, H. Sudir, menegaskan bahwa momen akhir tahun harus dirancang dengan matang. “Akhir tahun adalah cermin kualitas kerja kita. Kita ingin kegiatan ini tertata rapi, bermakna, dan meninggalkan kesan positif bagi peserta didik serta orang tua,” ungkap beliau penuh keyakinan. Evaluasi program, teknis pelaksanaan, hingga penguatan nilai karakter menjadi poin penting yang disepakati bersama.
Kepala Tata Usaha turut memberikan penegasan dari sisi administrasi dan tata kelola. “Semua agenda harus terdokumentasi dengan baik dan tertib administrasi. Ketertiban ini bukan sekadar aturan, tetapi bentuk profesionalitas lembaga,” ujarnya. Sementara itu, Bendahara menambahkan komitmen transparansi dalam pengelolaan anggaran. “Kami siap memastikan setiap perencanaan kegiatan dan pembangunan terkelola secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Agenda berikutnya mengerucut pada konsentrasi dan pendampingan pembangunan Masjid Kamulyan. Ketua Panitia Masjid Kamulyan, Sutarno, menekankan pentingnya sinergi antara madrasah dan masyarakat. “Masjid ini adalah pusat ibadah dan pusat pembinaan generasi. Kami siap mengawal pembangunan ini agar berjalan sesuai harapan bersama,” tuturnya mantap. Pembangunan masjid dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi peradaban dan pendidikan karakter.
Ketua Komite, Kyai Ahmad Badrodin, memperkuat semangat kolaborasi yang terasa dalam rapat. “Madrasah dan masjid adalah dua kekuatan utama pembentuk akhlak. Jika kita solid hari ini, insyaAllah hasilnya akan dirasakan generasi mendatang,” ungkap beliau dengan penuh harap. Pernyataan tersebut menjadi penguat bahwa setiap agenda bukan sekadar program kerja, melainkan gerakan bersama.
Rapat juga membahas rencana silaturahim dan ziarah ke makam pendiri madrasah sebagai bentuk penghormatan atas jasa para perintis. Selain itu, kegiatan silaturahmi pasca Idul Fitri dirancang untuk mempererat ukhuwah dan memperbarui komitmen kebersamaan. Sabtu produktif ini ditutup dengan optimisme yang kuat—bahwa dengan kolaborasi kepemimpinan, tata kelola yang tertib, serta pengelolaan keuangan yang transparan, setiap rencana akan berjalan bukan hanya sukses secara teknis, tetapi juga penuh nilai dan keberkahan.(HumasMTsN3)
