HUT RI #81

Temanku adalah Saudaraku, Penyuluh KUA Sokaraja Bekali Siswa MI dengan Nilai Persaudaraan

KUA Sokaraja
KUA Sokaraja
07 Okt 2026
7x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 07-10-2026 14:59
SHARE

Sokaraja  – Menanamkan nilai persaudaraan dan kepedulian sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak. Hal tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan Bimbingan Anak Sekolah yang dilaksanakan di MI Ma’arif NU 01 Sokaraja dengan mengusung tema “Temanku adalah Saudaraku.” Rabu (07/10)

Kegiatan bimbingan ini diikuti oleh para siswa MI Ma’arif NU 01 Sokaraja. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa teman bukan sekadar seseorang yang bermain dan belajar bersama, tetapi juga bagian dari lingkungan yang harus dihargai, disayangi, dan dijaga.

Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati, tolong-menolong, tidak mengejek atau merundung teman, berbagi, serta menjaga perasaan sesama. Anak-anak juga diajak membangun kebiasaan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan memberikan maaf kepada teman.

Pesan “Temanku adalah Saudaraku” diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan karakter, kemampuan, maupun latar belakang bukan alasan untuk saling menjauhi. Sebaliknya, perbedaan menjadi kesempatan untuk belajar saling memahami dan menguatkan.

Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi MI Ma’arif NU 01 Sokaraja dengan pendampingan dalam kegiatan bimbingan keagamaan. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan MI Ma’arif NU 01 Sokaraja. Kegiatan bertujuan memberikan pembinaan karakter kepada anak agar memiliki sikap ramah, peduli, saling menghormati, dan mampu membangun persahabatan yang sehat sesuai nilai-nilai Islam. Bimbingan dilakukan melalui penyampaian materi, dialog dengan siswa, serta penguatan contoh perilaku sehari-hari tentang persaudaraan dan kepedulian terhadap teman.

Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa. Anak-anak menjadi lebih memahami pentingnya menjaga persahabatan, menghindari perilaku mengejek dan merundung, serta membiasakan diri membantu teman yang membutuhkan.

Lebih jauh, nilai “Temanku adalah Saudaraku” diharapkan tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan madrasah, sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, rukun, penuh kasih sayang, dan saling menghargai.

Dengan bimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan, madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan kuat dalam persaudaraan.