Bimluh MT Al Huda Jambu, Penyampaian Materi Zainur Dibumbui Humor, Jamaah Antusias dan Penuh Senyum
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Al Huda Desa Jambu dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Kegiatan berlangsung dengan menarik karena materi keagamaan disampaikan dengan diselingi humor ringan yang mengundang senyum dan tawa jamaah. Suasana tersebut menjadikan kegiatan penyuluhan terasa lebih santai, tetapi tetap sarat dengan pesan-pesan keagamaan yang bermanfaat. Rabu (14/10)
Dalam penyampaian materinya, Zainur, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, berusaha membangun komunikasi dua arah dengan jamaah. Sesekali ia menyelipkan candaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga jamaah lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Cara ini menjadi salah satu upaya agar kegiatan Bimluh tidak terkesan kaku dan jamaah dapat mengikuti materi dengan nyaman hingga akhir kegiatan.
Zainur menyampaikan bahwa penyuluhan agama perlu dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana, ramah, dan menyesuaikan kondisi masyarakat. “Dalam menyampaikan pesan agama, kita tidak harus selalu dengan suasana serius. Sesekali diselingi humor yang baik agar jamaah lebih rileks, mudah menerima materi, dan tetap bisa mengambil hikmah dari apa yang disampaikan. Yang terpenting, candaan tidak berlebihan dan tidak mengurangi nilai pesan agama,” ungkapnya.
Salah seorang jamaah MT Al Huda Jambu mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena penyampaian materi terasa ringan dan menghibur. “Kami merasa nyaman karena Pak Zainur menyampaikan materi dengan santai, diselingi candaan yang membuat jamaah tersenyum dan tertawa. Dengan suasana seperti ini, kami lebih bersemangat mendengarkan dan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan,” tuturnya.
Melalui kegiatan Bimluh di MT Al Huda Jambu, KUA Wangon berharap pembinaan keagamaan dapat terus berlangsung secara menarik, komunikatif, dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Perpaduan antara materi yang bermanfaat, bahasa yang mudah dipahami, dan suasana penuh keakraban diharapkan mampu meningkatkan semangat jamaah dalam belajar agama serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga dan lingkungan sekitar.(sto)
