Doa Lintas Iman Dalam Suran Sedekah Bumi

Oleh lintasiman
SHARE

Cilongok — Dalam rangka menjaga kelestarian budaya serta memperkuat nilai-nilai kerukunan antarumat beragama, penyuluh lintas iman Kemenag Banyumas turut berpartisipasi dalam kegiatan Suran Sedekah Bumi Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, unsur Forkompimcam Kecamatan Cilongok, para penyuluh lintas iman, serta masyarakat Desa Panusupan yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias. Senin (29/06)

Acara Suran Sedekah Bumi secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cilongok. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyatuan tirta yang berasal dari tujuh sumber mata air. Tirta tersebut menjadi simbol penyucian dan penghormatan terhadap alam, sekaligus digunakan sebagai sarana pembersihan bumi pertiwi dari unsur-unsur negatif serta sebagai bagian dari tradisi jamasan pusaka.

Dalam suasana penuh kebersamaan, doa bersama juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Doa lintas iman dipanjatkan oleh perwakilan penyuluh agama dari berbagai agama, yaitu perwakilan Agama Hindu, Kristen, Konghucu, dan Buddha. Hal ini menjadi wujud nyata semangat toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman yang hidup di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pawai atau Festival Budaya Wong Tani, sebuah tradisi yang menampilkan kreativitas masyarakat dengan membawa berbagai macam hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan dari hasil pertanian yang diperoleh. Peserta pawai memulai perjalanan dari Balai Desa Panusupan dan berakhir di lapangan Desa Panusupan.

Melalui kegiatan Suran Sedekah Bumi ini, masyarakat tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta kerukunan antarumat beragama. Penyuluh Agama Hindu bersama lintas iman terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai.