Ketika Takdir Memberi Kesempatan Kedua
Banyumas – Tidak semua kisah cinta berawal dari masa muda. Ada cinta yang datang setelah air mata mengering, setelah kehilangan mengajarkan ketabahan, dan setelah waktu menempa hati menjadi lebih bijaksana. Cinta seperti itulah yang kembali dipertemukan dalam sebuah akad nikah yang penuh haru di Desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang. Jumat (03/07)
Penghulu KUA Jatilawang, Iskandar Zulkarnain, melaksanakan pencatatan nikah sekaligus memimpin prosesi ijab kabul pasangan Untung dan Daenah, yang masing-masing berstatus duda dan janda. Prosesi berlangsung dengan khidmat, sederhana, dan penuh kekhusyukan, disaksikan oleh keluarga serta para saksi yang turut menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.
Suasana hening menyelimuti ruangan ketika kalimat ijab diucapkan dengan penuh tanggung jawab dan dijawab dengan lantang oleh mempelai pria. Dalam hitungan detik, sebuah ikatan suci terjalin. Dua insan yang pernah melewati perjalanan hidup dengan segala suka dan duka kini dipersatukan kembali dalam naungan syariat Islam, membuka lembaran baru dengan penuh harapan.
Sebagai penghulu, Iskandar Zulkarnain memastikan seluruh rangkaian pencatatan nikah dan pelaksanaan akad berlangsung sesuai ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan. Kehadirannya tidak hanya menjadi saksi sahnya sebuah pernikahan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap akad nikah adalah perjanjian agung (mitsaqan ghalizha) yang mengandung tanggung jawab kepada pasangan, keluarga, masyarakat, dan Allah SWT.
Pernikahan Untung dan Daenah menghadirkan pesan yang begitu mendalam. Status sebagai duda dan janda bukanlah akhir dari harapan, melainkan awal dari kesempatan untuk kembali membangun rumah tangga yang dipenuhi kasih sayang, saling menghormati, dan saling menguatkan. Kehidupan mungkin pernah menghadirkan kehilangan, tetapi Allah SWT senantiasa membuka jalan bagi mereka yang tetap memelihara ikhtiar dan doa.
Di wajah kedua mempelai tergambar kebahagiaan yang sederhana namun tulus. Senyum yang mengembang bukan hanya karena hari bahagia telah tiba, melainkan karena keyakinan bahwa setiap luka yang pernah singgah dapat menjadi jalan menuju kebahagiaan yang baru. Air mata haru keluarga yang menyaksikan prosesi itu menjadi saksi bahwa cinta sejati tidak mengenal batas usia maupun perjalanan hidup.
KUA Jatilawang terus berkomitmen memberikan pelayanan pernikahan yang profesional, ramah, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Melalui setiap akad nikah yang dipimpin, KUA tidak hanya mencatat sebuah peristiwa hukum, tetapi juga mengiringi lahirnya keluarga-keluarga baru yang diharapkan menjadi fondasi masyarakat yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Prosesi akad nikah di Desa Gentawangi hari itu mengajarkan sebuah pelajaran yang indah: bahwa Allah SWT memiliki cara terbaik dalam menata kehidupan setiap hamba-Nya. Ketika manusia merasa lembaran hidup telah usai, Allah justru menuliskan babak baru yang dipenuhi harapan.
Semoga rumah tangga Untung dan Daenah senantiasa dilimpahi keberkahan, dipenuhi ketenteraman, serta menjadi tempat berlabuh bagi cinta yang tumbuh karena iman. Dan semoga setiap akad nikah yang dipimpin oleh KUA Jatilawang terus menjadi awal lahirnya keluarga-keluarga yang kokoh, penuh kasih sayang, serta menjadi cahaya bagi masyarakat dan generasi yang akan datang.
