KUA Wangon Siap Layani Pencetakan Duplikat
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon terus berkomitmen memberikan pelayanan prima dan solutif bagi masyarakat. Salah satu layanan penting yang kini terus dioptimalkan adalah penerbitan dan pencetakan duplikat buku nikah. Layanan ini ditujukan khusus bagi warga yang dokumen pernikahan resminya mengalami kerusakan akibat faktor usia dan bencana, ataupun hilang. KUA Wangon memastikan bahwa seluruh proses pengurusan dokumen pengganti ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Rabu (17/06)
Keberadaan buku nikah sangat krusial sebagai dokumen otentik untuk berbagai keperluan administrasi kependudukan, seperti pengurusan akta kelahiran anak, pendaftaran haji, hingga pengajuan kredit perbankan. Oleh karena itu, KUA Wangon bergerak cepat mengedukasi masyarakat agar segera mengurus duplikat jika dokumen utamanya bermasalah. Langkah ini diambil guna menghindari hambatan administrasi yang mungkin dihadapi warga di kemudian hari.
Prosedur pengurusannya pun tergolong mudah dan transparan. Warga yang kehilangan buku nikah cukup membawa Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian, fotokopi KTP, kartu keluarga, serta pasfoto berlatar belakang biru. Sementara bagi warga yang buku nikahnya rusak, mereka cukup membawa fisik buku nikah yang rusak tersebut sebagai bukti untuk ditukarkan dengan blanko duplikat yang baru.
Pegawai KUA Wangon bagian pencetakan buku nikah, Sutiyah, menjelaskan bahwa proses pencetakan dapat diselesaikan dengan cepat asalkan seluruh berkas persyaratan yang dibawa oleh pemohon sudah lengkap dan valid. Pihaknya juga memastikan bahwa ketersediaan blanko duplikat di KUA Wangon selalu siap untuk melayani kebutuhan masyarakat.
"Kami di bagian pencetakan selalu siap melayani warga yang membutuhkan duplikat buku nikah. Prosesnya cepat dan sama sekali tidak ada biaya. Kami berharap masyarakat tidak menunda-nunda untuk mengurusnya, terutama jika buku nikah aslinya sudah rusak parah atau hilang, agar data kependudukan mereka tetap aman dan valid," ujar Sutiyah saat ditemui di ruang kerjanya. (jhr)
