KUA Wangon Terima Kunjungan Sosialisasi Manfaat Jamur Kayu dari Kelompok Tani Sedyo Lestari Yogyakarta
Wangon — Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon kedatangan tamu dari Kelompok Tani Sedyo Lestari Yogyakarta yang melaksanakan sosialisasi mengenai manfaat jamur kayu. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang potensi jamur kayu yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan sebagai peluang usaha produktif bagi masyarakat. Jumat (16/10)
Dalam kegiatan tersebut, para tamu menyampaikan informasi mengenai manfaat jamur kayu, potensi pengolahannya, serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan mendorong tumbuhnya kreativitas dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian.
Sutiyah, salah satu pegawai KUA Wangon, menyambut baik kunjungan dan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan berbagi informasi dan pengetahuan seperti ini memberikan nilai tambah bagi pegawai maupun masyarakat yang ingin mengenal potensi jamur kayu lebih jauh. “Kami menyambut baik kedatangan tamu dari Kelompok Tani Sedyo Lestari Yogyakarta. Melalui sosialisasi ini, kami mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai manfaat jamur kayu dan peluang pengembangannya,” ungkap Sutiyah.
Perwakilan tamu dari Kelompok Tani Sedyo Lestari Yogyakarta menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan mengenalkan manfaat jamur kayu kepada berbagai kalangan sekaligus berbagi pengetahuan tentang potensi pengembangannya. “Kami berharap informasi yang disampaikan dapat menambah wawasan dan memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk mengenal serta memanfaatkan potensi jamur kayu secara tepat dan produktif,” tutur perwakilan kelompok tani tersebut.
Kunjungan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperluas wawasan melalui pertukaran informasi yang bermanfaat. KUA Wangon menyambut positif kegiatan yang membawa pengetahuan baru dan berharap komunikasi serta kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat dapat terus terjalin. Dengan demikian, keberadaan KUA tidak hanya menjadi pusat pelayanan keagamaan, tetapi juga ruang silaturahmi yang mendukung penyebaran informasi positif bagi masyarakat. (srf)
