Lantang Lantunkan Nadhom, Defin Warga Binaan Lapas Purwokerto Unjuk Kepemimpinan Saat Latihan Wisuda di Pandu Penyuluh
Banyumas — Proses pembinaan keagamaan di Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan hasil yang nyata. Defin, salah seorang warga binaan pemasyarakatan, tampil penuh percaya diri memimpin alur latihan sebagai koordinator acara dalam gladi wisuda Khotmil Qur'an di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Purwokerto, Kamis (08/10).
Dalam kegiatan latihan yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama KUA Sokaraja tersebut, Defin mencuri perhatian seluruh peserta. Suaranya terdengar sangat lantang, tegas, dan penuh penghayatan saat membacakan deklamasi pada sesi Nadhom Qur'anuna serta bait-bait nadhom keagamaan lainnya.
Penyuluh Agama Sokaraja mengapresiasi keberanian serta perkembangan positif yang ditunjukkan oleh Defin. Penunjukan warga binaan sebagai koordinator latihan ini dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kembali rasa percaya diri mereka.
"Melihat Defin membacakan deklamasi dengan begitu lantang dan mantap merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini membuktikan bahwa pembinaan kerohanian di dalam lapas tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga berhasil membangkitkan potensi kepemimpinan dan keberanian diri yang selama ini terpendam," tegas Penyuluh Sokaraja.
Atas kepercayaan tersebut, Defin mengaku terharu dan makin bersemangat menjalankan bimbingan. Pendampingan yang intensif dan telaten dari Penyuluh memberikannya dorongan moral yang sangat berarti selama menjalani masa pembinaan.
"Awalnya ada rasa gugup, tetapi bimbingan dari Pak Penyuluh membuat saya yakin. Saya ingin memberikan yang terbaik pada acara wisuda nanti dan membuktikan bahwa kami di sini terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Defin di sela-sela latihan.
Langkah inovatif Penyuluh Agama Sokaraja dalam melibatkan warga binaan secara aktif sebagai koordinator kegiatan ini dinilai memberikan dampak psikologis yang besar. Latihan ini tidak hanya mematangkan persiapan wisuda Khotmil Qur'an, tetapi juga menjadi bekal pembentukan mental kepemimpinan bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
