Penyuluh Agama Sumpiuh Melakukan Pembinaan Spiritual di Rutan Banyumas

Oleh HUMAS
SHARE

Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumpiuh, Al Iproh, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan spiritual kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas. Kegiatan ini merupakan bagian rutin dari upaya pembinaan mental dan karakter, yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik selama dan setelah menjalani masa pidana. Kamis (06/11)

Bimbingan kali ini secara khusus menyoroti tiga aspek penting dalam pengembangan keagamaan para WBP. Pertama, Mujahadah Asmaul Husna: Materi utama yang disampaikan adalah tentang Mujahadah Asmaul Husna, yaitu upaya sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengamalan dan penghayatan terhadap 99 Nama-Nama Allah yang Baik (Asmaul Husna). Melalui dzikir dan doa dengan Asmaul Husna, WBP diajak untuk merenungi sifat-sifat keagungan Allah, memohon ampunan, serta menumbuhkan optimisme dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. Kedua, Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ): Sesi BTQ fokus pada peningkatan kemampuan WBP dalam membaca dan menulis Al-Qur'an dengan baik dan benar (sesuai tajwid). Kegiatan ini penting untuk memastikan setiap WBP memiliki dasar yang kuat dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Ketiga, Hafalan Surat Pendek: Dilakukan juga sesi hafalan surat-surat pendek (terutama dari juz 'Amma). Hafalan ini bertujuan untuk mempermudah WBP dalam beribadah sehari-hari, seperti sholat, dan juga sebagai bekal untuk lebih mencintai Al-Qur'an.

Kehadiran Pengawas Al Iproh dan materi bimbingan yang mendalam tentang spiritualitas ini disambut dengan antusias oleh para WBP Rutan Banyumas. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat menjadi "tiket menuju kebaikan" dan membantu warga binaan untuk bertransformasi menjadi individu yang berdisiplin, taat hukum, serta siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal iman yang kuat.