HUT RI #81

Penyuluh KUA Sokaraja Terima Kunjungan KKL Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Perkuat Sinergi Akademik dan Dakwah di Masyarakat

KUA Sokaraja
KUA Sokaraja
09 Okt 2026
4x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 09-10-2026 16:46
SHARE

Sokaraja — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sokaraja, Akhmad Arifudin, menerima kunjungan tugas Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto. Jumat (09/10)

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik dakwah di tengah masyarakat. Melalui kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan nyata mengenai peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun kehidupan keagamaan, meningkatkan literasi keislaman, serta menghadirkan dakwah yang komunikatif, moderat, dan berdampak bagi umat.

Akhmad Arifudin, yang juga berperan sebagai pengasuh Pondok Pesantren dan Majelis Taklim (MT) Mahabbatul Qur’an di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, menjadi salah satu representasi praktik dakwah yang menghubungkan pembinaan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, dan pemberdayaan masyarakat.

Kuliah Kerja Lapangan bukan sekadar kegiatan akademik untuk memenuhi tuntutan kurikulum, melainkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial dan keagamaan secara langsung. Mahasiswa dapat belajar bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, ceramah, atau media komunikasi, tetapi juga melalui keteladanan, pendampingan, dialog, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya, Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis sebagai pendamping umat, penyampai pesan keagamaan, sekaligus penggerak perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Pengalaman di lingkungan KUA, pondok pesantren, dan majelis taklim dapat menjadi sumber pembelajaran berharga bagi mahasiswa KPI untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan mendorong mahasiswa agar mampu mengintegrasikan teori komunikasi yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik lapangan, sehingga kelak dapat menjadi komunikator Islam yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan dakwah di era digital.

Peran penyuluh agama dan mahasiswa dakwah sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 125 yang artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Ayat tersebut memberikan landasan bahwa dakwah harus disampaikan dengan kebijaksanaan, bahasa yang baik, serta pendekatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Seorang pendakwah tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga perlu memahami karakter audiens, membangun komunikasi yang santun, dan memberikan solusi yang membawa kemaslahatan.

Bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, ayat ini menjadi pedoman penting bahwa keberhasilan dakwah bukan semata-mata diukur dari seberapa banyak pesan disampaikan, melainkan juga dari bagaimana pesan tersebut dipahami, diterima, dan diamalkan dalam kehidupan.

Allah SWT juga berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 122 yang menjelaskan pentingnya sekelompok umat memperdalam pengetahuan agama dan memberikan peringatan kepada masyarakat ketika kembali kepada mereka. Ayat ini menegaskan pentingnya proses belajar, pendalaman ilmu, dan penyebaran pemahaman agama yang benar.

Kunjungan KKL ini menjadi peluang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Penyuluh Agama Islam, dan lembaga pendidikan keagamaan di masyarakat. Perguruan tinggi menghadirkan pengembangan ilmu dan metodologi, penyuluh agama membawa pengalaman pembinaan umat, sedangkan pesantren dan majelis taklim menjadi ruang pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi tersebut berpotensi melahirkan gagasan dakwah yang lebih kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Mahasiswa dapat belajar mengembangkan strategi penyiaran Islam melalui media digital, penyusunan materi edukasi keagamaan, penguatan literasi Al-Qur’an, serta komunikasi publik yang menyejukkan dan inklusif.

Melalui pengalaman lapangan, mahasiswa juga diharapkan memahami bahwa tantangan dakwah masa kini membutuhkan kemampuan adaptasi, keteladanan moral, kecakapan bermedia, serta komitmen menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.

Kegiatan KKL hendaknya menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sebagai generasi pendakwah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Ilmu yang dipelajari di ruang kuliah akan semakin bermakna ketika digunakan untuk membantu masyarakat. Pengetahuan komunikasi akan semakin bernilai ketika mampu menyampaikan kebenaran dengan santun. Dan kemampuan berdakwah akan semakin berdampak ketika disertai akhlak mulia serta ketulusan dalam melayani umat.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengajarkan pentingnya menyampaikan ilmu dan kebaikan sesuai dengan kemampuan serta pengetahuan yang benar. Mahasiswa dakwah diharapkan terus belajar, memperbaiki kualitas diri, menjaga amanah keilmuan, dan menggunakan keterampilan komunikasinya untuk menyebarkan pesan Islam yang mencerahkan.

Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan akademik, tetapi berkembang menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara mahasiswa, penyuluh agama, pesantren, dan masyarakat.

Dakwah yang kuat lahir dari ilmu yang benar, komunikasi yang bijaksana, dan keteladanan yang nyata.

Melalui sinergi tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja diharapkan terus berperan dalam membina umat sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda agar mampu menghadirkan dakwah yang adaptif, berakhlak, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.