HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Dampingi Ngaji Iqra di Madin Al Ikhwan Jurangbahas

K
KUA Wangon
15 Okt 2026
11x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 15-10-2026 18:05
SHARE

 

Wangon — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wangon terus berkomitmen meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Salah satunya melalui kegiatan ngaji Iqra bersama para santri Madrasah Diniyah (Madin) Al Ikhwan, Desa Jurangbahas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Kamis (15/10)

Kegiatan ngaji Iqra berlangsung dengan pendampingan yang mengutamakan ketekunan, kesabaran, dan pembelajaran secara bertahap. Para santri dibimbing untuk mengenal huruf hijaiyah, melafalkan bacaan dengan benar, serta meningkatkan kemampuan membaca sesuai tingkat pembelajaran masing-masing. Suasana belajar diharapkan dapat berlangsung menyenangkan sehingga para santri semakin bersemangat mengikuti kegiatan mengaji.

Fidoh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa pembelajaran Iqra merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muslim yang dekat dengan Al-Qur’an. “Belajar membaca Al-Qur’an perlu dimulai sejak dini dan dilakukan secara rutin. Melalui ngaji Iqra, anak-anak dikenalkan dengan huruf hijaiyah dan dibiasakan mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ungkap Fidoh.

Menurut Fidoh, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an membutuhkan kerja sama antara ustaz dan ustazah, orang tua, serta lingkungan masyarakat. Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan motivasi agar tetap rajin mengaji, baik di madrasah maupun di rumah. Dengan pembiasaan yang berkelanjutan, kemampuan membaca Al-Qur’an diharapkan semakin meningkat sekaligus membentuk karakter yang berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ngaji Iqra di Madin Al Ikhwan Jurangbahas, KUA Wangon berharap pembinaan keagamaan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya membantu santri belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Upaya tersebut menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun generasi yang religius, berilmu, dan berakhlakul karimah.(sto)