Serukan Menjaga Iman di Tengah Krisis Keteladanan, Penyuluh KUA Jatilawang Sampaikan Pesan Menohok dalam Khutbah Jumat
Jatilawanh – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Jatilawang, Ahmad Muttaqin, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Jumat di Masjid Jami Baiturrahim, Kauman, Desa Bantar, Kecamatan Jatilawang. Jumat (09/10)
Dalam khutbahnya yang bertajuk “Menjaga Iman di Tengah Kerusakan Moral dan Krisis Keteladanan”, beliau menyoroti dinamika sosial dan fenomena kebangsaan yang dinilai kian memprihatinkan. Soroti Realita Kerusakan Moral dan Fenomena Ulama Su' Di hadapan para jamaah salat Jumat, H. Ahmad Muttaqin menyampaikan bahwa kondisi masyarakat saat ini dihadapkan pada paparan berita dan informasi yang mengkhawatirkan, baik melalui media sosial, pemberitaan, maupun obrolan sehari-hari. Praktik korupsi, maraknya berita bohong (hoaks), fitnah, hingga kemaksiatan yang dipamerkan secara terbuka dinilai makin merusak tatanan persaudaraan dan norma sosial. Beliau juga menyoroti krisis keteladanan yang kini melanda sebagian pejabat publik dan tokoh agama.
Menurutnya, sebagian pejabat publik telah kehilangan integritas dengan mengkhianati amanah rakyat. Sementara itu, sebagian oknum tokoh agama justru terseret arus kekuasaan. "Sebagian tokoh agama justru terseret arus menjadi 'penjilat' kekuasaan, melacurkan ayat-ayat suci demi kepentingan duniawi, serta membela yang salah dan menyudutkan yang benar," ujar H. Ahmad Muttaqin dalam penyampaian khutbahnya. Empat Langkah Strategis Bagi Masyarakat Awam Menghadapi tantangan moral dan krisis keteladanan tersebut, H. Ahmad Muttaqin merinci empat langkah penting yang perlu diterapkan oleh masyarakat awam dalam kehidupan sehari-hari: Memperkuat Benteng Keluarga dan Diri Sendiri Masyarakat diimbau memfokuskan energi untuk mendidik keluarga agar tetap berada di jalan Allah SWT.
Rumah hendaknya dijadikan tempat yang penuh nilai kejujuran, kasih sayang, dan ibadah guna membentengi anak-anak dari paparan informasi yang tidak sehat. Saring Segala Informasi (Tabayyun) Jamaah diingatkan agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan berita hoaks dan fitnah. Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 6, beliau menegaskan pentingnya melakukan klarifikasi (tabayyun) atas setiap informasi yang diterima agar tidak menzalimi pihak lain. Menjaga Sikap Kritis dan Selektif dalam Mencari Teladan Masyarakat diminta tidak menjadikan figur ber-moral buruk maupun ulama su' sebagai panutan. Jamaah diajak memilih guru, tokoh, atau pemimpin yang istiqamah, berani menyuarakan kebenaran, serta tidak menjual agama demi materi atau pujian duniawi. Memperbanyak Doa dan Amal Shalih Di akhir khutbah, beliau mengajak seluruh jamaah memperbanyak doa dan istigfar agar bangsa senantiasa dilindungi dari berbagai fitnah. Kondisi carut-marut yang terjadi hendaknya dijadikan sarana introspeksi diri untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
