Kerja Bakti KUA Jatilawang Wujudkan Lingkungan Kerja yang Bersih, Aman, Tertib, dan Nyaman
Jatilawang — Kebersihan lingkungan kerja menjadi salah satu perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang dalam menciptakan suasana pelayanan yang nyaman bagi masyarakat. Melalui kegiatan bebersih secara rutin, para pegawai KUA Jatilawang bersama-sama menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kantor. Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membersihkan halaman dan ruangan, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya kerja yang mencerminkan kepedulian, kedisiplinan, dan kebersamaan. Jumat (16/10)
Bagi KUA Jatilawang, lingkungan kantor yang bersih memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kantor yang terbebas dari sampah dan kotoran akan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan keagamaan. Kebersihan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan, sementara lingkungan yang tertata dengan baik akan mendukung terciptanya suasana kerja yang lebih tertib dan kondusif bagi seluruh pegawai.
Kegiatan bebersih tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan lima budaya positif di lingkungan KUA Jatilawang, yaitu kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan. Kebersihan diwujudkan dengan menjaga lingkungan agar bebas dari sampah dan kotoran. Keamanan dibangun dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan tertata. Ketertiban diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan dan norma kerja. Sementara keindahan dijaga melalui penataan lingkungan agar tetap rapi dan enak dipandang. Adapun kekeluargaan tumbuh melalui kebiasaan bekerja bersama dan saling membantu antarpegawai.
Lebih dari sekadar pekerjaan fisik, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan rasa memiliki terhadap lingkungan kerja. Ketika seluruh pegawai terlibat secara bersama-sama, pekerjaan yang sederhana seperti menyapu halaman, membersihkan ruangan, merapikan fasilitas, hingga menata lingkungan kantor dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kebersamaan. Semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, karena kantor bukan hanya tempat menyelesaikan tugas kedinasan, tetapi juga ruang untuk membangun kerja sama dan kekeluargaan.
Semangat menjaga lingkungan kerja tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama periode 2025–2029 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2025–2029. Kementerian Agama menetapkan visi, “Terwujudnya Masyarakat yang Rukun, Maslahat, dan Cerdas Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.” Salah satu misi yang relevan dengan penguatan budaya kerja tersebut adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik atau Good Governance. Lingkungan kerja yang bersih, tertib, aman, dan nyaman merupakan salah satu bagian dari upaya membangun tata kelola kelembagaan yang baik dari hal-hal yang paling dekat dengan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Budaya bebersih juga menjadi bentuk keteladanan sederhana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai layanan keagamaan, KUA Jatilawang berupaya menghadirkan lingkungan pelayanan yang mencerminkan nilai-nilai kerukunan, kemaslahatan, dan profesionalitas. Kebersihan tidak berhenti pada persoalan estetika, tetapi menjadi bagian dari sikap tanggung jawab bersama terhadap fasilitas negara dan lingkungan tempat pelayanan publik dilaksanakan. Dari lingkungan yang tertata, diharapkan lahir suasana kerja yang lebih nyaman, pelayanan yang lebih baik, serta hubungan antarpegawai yang semakin harmonis.
Melalui kegiatan bebersih yang dilakukan secara rutin, KUA Jatilawang terus membangun kebiasaan positif yang dimulai dari lingkungan internal. Sebab, mewujudkan pelayanan publik yang baik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menjaga kebersihan, menaati ketertiban, menciptakan lingkungan yang aman dan indah, serta membangun kekeluargaan merupakan langkah sederhana yang apabila dilakukan secara konsisten akan membentuk budaya kerja yang kuat. Dari kantor yang bersih dan tertata, KUA Jatilawang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang nyaman, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
