Penyuluh KUA Gumelar Sampaikan Pesan Mendalam Hari Santri Saat Jadi Khatib Jumat di Masjid Miftahul Huda
Gumelar – Suasana ibadah Sholat Jumat di Masjid Miftahul Huda, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan pada Jumat ini. Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar, Ahmad Suwandar, sebagai khatib memberikan warna tersendiri. Mengangkat tema besar "Memperingati Hari Santri: Meneladani Semangat Jihad Mbah Hasyim Asy'ari dalam Menjaga Keutuhan NKRI dan Agama", khotbah yang disampaikan berhasil menyentuh hati para jamaah. Jumat (16/10)
Dalam khotbahnya, Ahmad Suwandar mengawali mimbar dengan ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui pemaknaan sejarah panjang perjuangan bangsa. Ia mengingatkan bahwa momentum Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas peran besar para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Hari Santri adalah bukti sejarah bahwa dari pesantren lahir benteng pertahanan moral dan kedaulatan bangsa. Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang difatwakan oleh Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari menunjukkan bahwa membela tanah air adalah bagian dari iman (Hubbul Wathan Minal Iman)," tegas Ahmad Suwandar di hadapan ratusan jamaah Masjid Miftahul Huda.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa bentuk "jihad" santri dan umat Islam di era modern telah mengalami pergeseran makna yang amat krusial. Jika di masa pergerakan kemerdekaan jihad diartikan sebagai angkat senjata melawan penjajah, maka di era digital saat ini, jihad seorang santri dan warga negara adalah:
-
Jihad Melawan Kebodohan dan Kemiskinan: Mendorong generasi muda untuk berpendidikan tinggi, menguasai teknologi, dan berdikari secara ekonomi.
-
Jihad Menjaga Kesatuan dan Kedamaian: Menangkal bahaya berita bohong (hoax), ujaran kebencian, serta paham radikalisme yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
-
Jihad Akhlak dan Moral: Menjaga nilai-nilai kesantunan, kejujuran, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Kegiatan dakwah mimbar yang dilakukan oleh penyuluh KUA Gumelar ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Gumelar. Kehadiran para penyuluh di tengah-tengah masyarakat melalui mimbar Jumat terbukti efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sejuk, mencerahkan, sekaligus memperkuat pemahaman moderasi beragama.
Pengurus Masjid Miftahul Huda beserta tokoh masyarakat setempat menyambut positif khotbah yang disampaikan oleh Ahmad Suwandar. Jamaah tampak menyimak dengan cermat setiap poin pesan yang disampaikan dari atas mimbar hingga rangkaian ibadah Sholat Jumat berakhir dengan lancar dan damai.
Melalui peringatan Hari Santri ini, diharapkan semangat kebersamaan, nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin, serta kepedulian terhadap kemajuan Desa Gumelar dapat terus menyala di hati sanubari seluruh lapisan masyarakat.
