HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Isi BRUS di SMK Maarif NU 1 Wangon, Ajak Pelajar Putri Hormati Guru dan Muliakan Orang Tua

K
KUA Wangon
16 Okt 2026
7x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 14:54
SHARE

 

Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA  Wangon melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Ma’arif NU 1 Wangon. Kegiatan ini mengangkat materi “Pelajar Putri Salehah: Hormati Guru dan Muliakan Kedua Orang Tua” sebagai upaya membentuk karakter remaja yang berakhlak mulia, berkepribadian baik, serta memiliki rasa hormat kepada orang-orang yang berjasa dalam kehidupan mereka. Melalui kegiatan ini, para pelajar putri diajak memahami pentingnya menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Jumat (16/10)

Dalam penyampaian materi, pelajar diberikan pemahaman bahwa menjadi perempuan salehah tidak hanya ditunjukkan melalui pelaksanaan ibadah, tetapi juga melalui perilaku santun, tutur kata yang baik, serta sikap menghargai orang lain. Guru merupakan sosok yang membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan, sedangkan kedua orang tua memiliki jasa besar dalam merawat, mendidik, dan membesarkan anak. Oleh karena itu, menghormati guru dan berbakti kepada orang tua menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang beriman dan bertanggung jawab.

Fidoh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa pembinaan remaja melalui BRUS sangat penting untuk menanamkan nilai akhlak sejak usia sekolah. “Pelajar putri salehah adalah mereka yang berusaha menjaga perilaku, menghormati guru, dan memuliakan kedua orang tua. Ilmu yang diperoleh di sekolah akan semakin bermanfaat apabila disertai akhlak yang baik. Karena itu, biasakan berbicara dengan sopan, mendengarkan nasihat guru, serta membantu dan mendoakan kedua orang tua,” ungkap Fidoh.

Para pelajar putri SMK Ma’arif NU 1 Wangon menyambut baik materi yang disampaikan karena memberikan pengingat tentang pentingnya menjaga adab dalam pergaulan dan kehidupan keluarga. Mereka diharapkan dapat menerapkan pesan tersebut melalui tindakan sederhana, seperti menyapa guru dengan santun, menghargai nasihat orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menjaga perilaku di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pembinaan ini juga menjadi kesempatan bagi remaja untuk memperkuat pemahaman agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan pergaulan.

Melalui kegiatan BRUS di SMK Ma’arif NU 1 Wangon, KUA Wangon terus berupaya berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda yang religius, santun, dan berakhlak mulia. Materi tentang menghormati guru dan memuliakan kedua orang tua diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari. Dengan sinergi antara penyuluh agama, sekolah, dan keluarga, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berbakti kepada orang tua, menghargai guru, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Srf)