HUT RI #81

Sentuhan Hati di Balik Jeruji: Warga Binaan Rutan Banyumas Diajak Jemput Masa Depan Melalui Momentum Hijrah

KUA Somagede
KUA Somagede
25 Jun 2026
13x dibaca
SHARE

Banyumas – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti Blok Putri Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas hari ini. Di balik jeruji besi, lantunan asmaul husna dan ayat-ayat suci Al-Qur'an menggema, membawa pesan kedamaian sekaligus harapan baru bagi para warga binaan perempuan. Kamis (25/06)

Kehadiran dua Penyuluh Agama Islam fungsional, Yasaroh, dari KUA Somagede dan Ani Munfaridah dari KUA Kebasen, menjadi jembatan spiritual bagi mereka. Sinergi antar-KUA ini hadir untuk memberikan bimbingan, penguatan mental, dan siraman rohani yang mendalam.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama, menciptakan atmosfer yang syahdu. Tidak sekadar membaca, para warga binaan juga diajak untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an mereka melalui sesi Tartilul Qur'an dan Tahsin.

Dengan penuh kesabaran, Yasaroh dan Ani menuntun satu per satu warga binaan agar dapat melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan makhraj dan tajwid yang benar. Bagi para warga binaan, momen ini menjadi ruang aman untuk belajar tanpa rasa dihakimi.

Masuk pada acara inti, yaitu Ta'lim (kajian) interaktif. Kali ini, tema yang diusung sangat menyentuh hati: "Momentum Hijriyah untuk Berhijrah dan Motivasi Memperbaiki Masa Depan."

Dalam tausiyahnya, tim penyuluh menekankan bahwa tempat pembinaan saat ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah titik balik (turning point) yang dihadiahkan Allah untuk berhenti sejenak dan menata ulang hidup. "Hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindahnya hati dari kegelapan menuju cahaya, dari kebiasaan buruk menuju kesalehan. Setiap orang memiliki masa lalu, tetapi siapapun berhak atas masa depan yang lebih baik di hadapan Allah," ujar Ani Munfaridah di sela-sela motivasinya.

Para warga binaan tampak khidmat mendengarkan. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan air mata saat diajak merenungkan arti penyesalan yang positif—penyesalan yang melahirkan tekad untuk menjadi ibu, istri, dan anggota masyarakat yang lebih baik setelah bebas nanti.

Dukungan Penuh untuk Reintegrasi Sosial

Kegiatan bimbingan penyuluhan seperti ini rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian Kementerian Agama melalui KUA setempat, bekerja sama dengan Rutan Kelas IIB Banyumas. Tujuannya jelas: membekali warga binaan dengan benteng iman yang kokoh agar siap kembali ke masyarakat dengan kepala tegak dan akhlak yang baru.

Melalui lantunan Al-Qur'an dan motivasi hijrah hari ini, Blok Putri Rutan Banyumas membuktikan bahwa di tempat paling terbatas sekalipun, hidayah dan semangat untuk berubah tetap bisa tumbuh subur.

Sumber berita :Yasaroh

Editor Nuryati